Friday, September 4, 2015

Nostalgia Kecil




Hari ini aku dan beberapa temanku sedikit bernostalgia. Awalnya kami ngobrol ngalor ngidul seputar film yang lagi ngehits. Hingga akhirnya sampailah pada cerita tentang film horror

"Ah iya kalau film horor barat mah cuma ngagetin aja"

"Ceritanya nggak bagus soalnya nggak sesuai sama budaya kita kali ya"

"Pokoknya paling ngeri horror asia kayak thailand sama korea"

Iya horror Thailand memang superb. Dulu jaman jaman masih berani nonton, sekarang sih mana berani, kasian sama jantung, sukanya nonton film horror rame rame di Movie Box.

Lalu ada yang membuka pembicaraan ke topik lain.

"Eh tapi btw dulu (((DULU))) film horror Indonesia juga bagus bagus lho"

IYA BANGET SANGAT SETUJU. Lebih tepatnya dulu sebelum Dewi Persik, Maria Ozawa, dan kawan kawan lainnya menyerang haha

Beberapa memori film jaman dulu langsung terlintas dan kembali dalam angan angan. Masih ingatkah kalian wahai teman temanku, film bangku kosong yang sangat hits itu. Wuhuu. Bahkan aku sampai baca novelnya dua kali. Dan rasanya memang little bit curious and nervous.

Aku ingat film horror pertama yang kutonton bioskop adalah Kuntilanak. Iya yang ada suara suara lingsir wengi nya itu. Ngeri parah. Dan yang spesialnya lagi nontonnya di bioskop Mataram sama mama. omg apa kabar bioskop mataram huhu 

Saya mah memang penakut atuh. Annabele, counjuring, insidious, dll saya nggak pernah nonton. Diajakin dan dibayarin pun ku cuma bisa bilang trims ajah.


Kalau film Mirror masih ada yang ingat?
Ini film cuma bagus banget pada masanya. Yang main nirina zubir. Ceritanya dia bisa lihat kematian seseorang dari cermin. Yang pada akhirnya dia sendiri melihat kematiaannya lewat cermin huahua

Film poc*ong juga jadi film yang hits pada masa itu. Yang main Ringgo, Revalina S Temat, sama Risty Tagor. Ceritanya mereka tinggal di apartemen yang ternyata ternyata ternyata adalah hutan. Film ini sangat sangat bikin jantungan. Karena poc*ong selalu datang secara tiba tiba dan close up nongol di layar tv. Mari istighfar dulu. Astaghfirullah

Ada film horror yang horrornya benar merasuk sampai ke ubun ubun. Tidak lain dan tidak bukan adalah Keramat. Oke no comment. Di detik saya ngetik film ini, beberapa scene dalam film tersebut langsung terbayang bayang dan membuat bulu kuduk saya naik semua. Merinding.

Kalau film horor yang sebenarnya standar tapi membuat saya terpana adalah film lentera merah. Aktrisnya Laudya Cintya Bella. Cowonya kalau nggak salah ada Dimas Beck (?)
Sumpah alur cerita nya bagus dan sangat unexpected pada masanya haha. Maklum waktu itu masih SD nonton film beginan masih labil emosinya.

Masih banyak film horor indo yang recommended lainnya. Sebut saja Bangsal 13, Rumah Pondok Indah, dan lain lain. Ada cerita horor yang tentang pendaki di Gunung. Lupa judulnya. Tapi itu juga bagus huhu.


Ini ngomongin horor horor. Nggak sah kalau belum ngomongin yang satu ini. Memang sih bukan film. Tapi yang ini.....


Masih ada yang ingat kah

"Bang, bang, tolong lepasin tali poc*ong mumun bang"

OMG OMG OMG JADI POC*ONG!!!!!!
Dulu disiarin di indosiar siang siang pas jaman makan siang. Tiap kali nggak sengaja kepencet Indosiar, jadi kesel karena takut. Ada aja adegan poc*ong yang lagi nongol di jendela, lompat lompat, bahkan ada poc*ang yang terbang.

Gimana ya kabar mumun dan jefri?

Dua duanya sudah menjadi poc*ong dan talinya sama sama belum dilepas.

Nggak paham sebenarnya. Tapi, yah, lumayan. Memberi sedikit warna kelabu kelabu pastel pada masa kecilku. Bisa diceritain ke anak cucu, kalau dulu pas jaman mama SD ada sinteron isinya poc*ong poc*ong yang bisa terbang dan lompat lompat.


Di akhir postingan ini, mari kita bersama sama mendoakan Indonesia, agar diberi kekuatan untuk bangkit dari penjajahan acara acara tv yang nggak mendidik dan nggak jelas.

AAMIIN


Wednesday, September 2, 2015

Playlist

Aduh kok aku risih sendiri baca postingan postingan lamaku yang sok menye dan baper. Padahal baru kemarin juga nulis satu hihi. Hati memang nggak pernah bohong. Terkadang ada momen dalam hidup ini dimana kamu lagi pengen nulis sesuatu yang gombal dan puitis.


Kadang mood lagi pengen bawel, ya bawaannya pengen cerita nyosor kemana mana. Kadang mood pengen pamer. Kadang juga mood pengen berbuat baik hati kepada semua orang. Kadang.
Sekarang sih mood nya lagi pengen sharing sharing tentang my newest favorite playlist.  Check it out!!


1. Firasat - Raisa

2. Big Bang - If You

3. Hozier - Take me to the Church

4. Adam Levine - Lost star

5. Avril - Innocence

6. Taylor Swift - Back to December

7. The Script - Breakeven

8. F(x) feat D.O - Goodbye Summer

9. Justin Timberlake - Holy Grail

10. Song Mino feat Taeyang - Fear

11. Shawn Mendes - Stitches

12. K.Will - Only love

13. Jimin feat Iron - Puss

14. Sia - Fire meets Gasoline

15. Lana Del Rey - High by the Beach

So, actually my songs isn't that cool and so mainstream. But I still like it. Mungkin aku bukanlah sosok yang cocok untuk menjadi seorang hippie dan indie wkwk

Fakta lainnya adalah sebenarnya hampir semua playlist lagu saya adalah OST OST dari drama korea favorit yang sudah ditonton. Mungkin lagunya biasa aja, tapi feel nya itu lhoo jadi berasa keinget lagi nonton drama nya haha

Awal saya merambah dunia per-K-POP-an, juga dimulai dari hobi saya yang suka nonton drama korea. Dulu sih dari jaman yang drama kolosal kolosal, Jewel In The Palace, terus merambah ke Full House, Princess Hours. Jaman SMP drama yang ngehits banget adalah Boys Before Flowers ulalaa. Nah dari sini mulai kenal boyband yang bernama Shinee. Ceritanya si shinee ini nyanyiin salah satu OST nya BBF. Lalu dari ngepoin shinee, jadi mulai mengerti deh Suju, SNSD, dan lain lainnya.

Pokoknya pola nya adalah OST DRAMA --> BAGUS --> KEPOIN PENYANYINYA --> SUKA

Di SMA, K-POP benar benar mulai merajalela di hati adik. Ada EXO, yang gantengnya tumpah tumpah. Lalu mulai suka juga sama Big Bang, f(x), dan lain lain. Dan sampai saat ini, saya merasa "I m really into k-pop things". Mulai dari chart music, drama, variety show, kolosal, quiz, oh God. It's drive me crazy. But I'd love it.
Sangat asyik untuk melakukan fan-girling yang norak norak. Naksir sama aktor tampan. Memuja mujanya. Menganggap dia pacar virtual. It makes me happy :)
Walaupun terkadang nyesek juga. Misalnya nggak  bisa nonton idol kita gitu pas lagi konser di Indo karena masalah finansial :(

Balik lagi ngomongin lagu


Fakta menarik lainnya nya yaitu saya adalah orang yang sangat suka dan hobi banget untuk karaokean wuhuuu. Hampir seminggu sekali pasti saya bela belain sisain duit jajan untuk karaokean, barang satu jam atau dua jam. Pasti a-da a-ja temen yang bisa diajakin hehe


Maaflah meski suara pas pas an gini, mau buat apalagi kalau hobinya memang menyanyi. Karaoke menjadi satu satunya sarana prasarana dimana aku dapat menyalurkan aspirasiku. dan bertemu idolku.


Ya kali adik beneran ikut paduan suara di kampus. Baca not dan bedain doremifasol aja masih bego setengah mati huhu. Maybe suatu hari nanti, ada yang mau ngajarin saya baca not, sambil dimainin piano, dan dinyanyiin lagu romantis, didepan kolam renang.....boleh banget ya.....ngarep deh.....


Monday, August 31, 2015

Pagi yang Menyedihkan

Aku sangat ingat bagaimana pagi itu terasa sangat menyedihkan. Aku terbangun dari tidurku, ditengah tengah mimpi yang, uh, aku tidak sanggup mengatakan dan menceritakan.

Selanjutnya aku hanya tidak melakukan apa pun di kasur selama lebih dari satu jam. Aku memeluk guling bergeser ke kanan dan kekiri, sambil bertanya tanya dalam hati.

"Semalam mimpi apa?"

"Itu tidak nyata kan?"

"Aku sedih"

"Mimpi apa"

"Itu hanya mimpi"

"Bukan pertanda kan"

"Apa yang terjadi di kenyataan selalu berkebalikan dengan yang ada di mimpi kan"

Jujur, selama kurang lebih 90 menit itu, aku sangat sangat tidak bisa berpikir jernih. Tapi aku juga tidak bisa mengontrol perasaan yang meluap luap ini.

Setelah sedikit tenang, aku menghampiri hp ku yang ada tak jauh dari kasurku. Untuk pertama kalinya setelah sekian lamanya, hp bukanlah menjadi benda yang kucari setelah bangun tidur.

Aku menuliskan kejadian ini dalam status line. Beberapa teman turut memberikan komentar dalam postingan tersebut.

Karena memang kondisi hati sedang labil, aku memutuskan untuk menceritakan hal ini pada beberapa temanku.

"Guys aku sedih, semalam aku mimpi blablabalabalabala"

"Disitu, aku merasa sangat nyata, sangat dekat,......dan sangat menyedihkan"

Aku ceritakan mimpiku secara jelas dan detail, aku yang notabene sebenernya males ngetik panjang panjang, hari itu aku puaskan mengetik pesan panjang lebar lengkap dengan segala emoji sedihnya.

Hampir semua responnya sama.

"Ya ampun din kirain apa"

"Cuma mimpi"

"Jangan dipikirin banget banget"

"Bakalan berkebalikan pasti"

Ya setelah aku luapkan ceritanya, ya aku lega. Selesai. Baper baperannya selesai.


Iya beneran. Udah nggak baper lagi kok ini.

Jujur.

Nggak tau juga ding.


Eh yang pasti  I really dont care about that thing right now. I just care about me. My happiness.
Jangan terlalu tenggelam dalam perasaan yang kamu buat sendiri. 




Sunday, August 30, 2015

Kehidupan Jatek Part 2

Meski sudah kembali di kota Jogja yang penuh peradaban, walau tak se metropolis kota kota lain, cerita dan kenangan tentang Jatek masih sangatlah kental dalam ingatan. Pagi itu Hari Jumat, aku dan teman temanku sedang mengerjakan  proses sortasi biji kopi kering. Jadi kami bertugas untuk memilih dan memisahkan biji kopi sesuai kualitasnya. Awal awal sih, pekerjaan ini sangatlah asyik dan selo. Tapi lama lama, omg this is damn boring! dan sangat melelahkan tentunya.

 Disana kami kerja bebarengan bersama ibu ibu pekerja yang jumlahnya lebih dari 100. Mereka, mereka, sangat keren. Bayangkan saja dengan kecepatan tangan mereka, yang notabene seharusnya sudah rapuh karena termakan usia (rata rata pekerja borongan berumur diatas 50 tahun dengan punggung yang sudah bungkuk), mereka bisa mengerjakan 20 kg biji kopi kering perhari. And the saddest part is, untuk 1 kg biji kopi yang sudah tersortasi, mereka hanya dibayar 800 rupiah. Jadi dalam sehari mereka hanya bisa memeperoleh upah Rp 15.000 - Rp 20.000. Sebagai bayangan betapa sulitnya pekerjaan itu, aku dan keempat temanku berkesempatan (baca: berkewajiban) untuk melakukan proses sortasi untuk biji kopi kering 20 kg yang sebelumnya juga telah kita proses sendiri (sortasi basah, pulping, drying, dan hulling), dan kami mampu menyelesaikannya dalam kurun waktu 5 hari. 20 kg 5 hari 5 orang. It's hurt me so much. Sedangkan ibu ibu bisa menyelesaikan sendiri dalam waktu sehari. Cant more proud for this. 
Kehidupan Jatek memberi pelajaran bahwa memang cari duit diluar sana memang tidaklah mudah. 


Cerita yang sama juga kami temui, kita kami jalan jalan ke kebun. Jadi pabrik dan kebun kopi emiliki jarak yang lumayan tidak jauh dan tidak dekat. Dengan motor bisalah ditempuh sekitar 30-40 menitan. Di kebun, kami diperlihatkan bagaimana cara memetik kopi. Jangan bayangkan kebun kopi seperti kebun teh yang kayaknya indah dan sejuk dan instagram-amble. tidak. Kebun kopi, hmm seperti hutan yang banyak serangganya, dan tidak cukup sejuk juga karena gerah.Pemetik buah kopi juga tidak seperti pemetik daun teh. Pemetik buah kopi, mereka terkadang perlu memanjat katas pohon demi memperoleh target mereka dalam sehari. Kalau sortasi perkilo dibayar 800 rupiah. Pemetik buah kopi hanya memperoleh 400 rupiah perkilonya. 


Dari Jatek ini juga, aku merasakan apa yang namanya mudik dan pulang kampung. Setelah sekian lamanya, 20 tahun aku hidup, belum pernah merasakan namanya mudik. Sekalinya mudik. Harus sendirian. Naik motor pula. Dengan bawaan ala pedagang cabe di pasar Ngasem yang abis kulakan di Imogiri. Walaupun entah rasanya senyap dan lelah di perjalanan, nggak ada yang mengalahkan rasa bahagianya bisa pulang kerumah, segera berlebaran bersama keluarga tersayang di Kota Jogja tercinta. Sungguh paham bagaimana Kota Jogja memang sangatlah nyaman yang selalu menjadi candu dan rindu. Tapi karena waktu itu jatek memang belum selesai. Dengan sangat menyedihkan di H+3 Lebaran, ami harus kembali lagi ke Gemawang. Dan OMG H+3 Lebaran merupakan puncak dari arus balik yang sangat luar biasa. Selama perjalanan di Muntilan dan Magelang, hampir semua jalan yang ku lewati adalah notabene trotoar. Macet penuh sesak suara klakson bertebaran, dan yang pasti ada kesedihan di hati paling dalam. Kerinduanku akan rumah dan segala isinya belum sepenuhnya terobati.


Di Minggu selanjutnya. Di hari Sabtu, kami memutuskan untuk pulang ke Jogja. Walaupun hanya sejenak. Kami berangkat dari Gemawang sekitar pukul 15.00 dan tiba di Jogja pukul 17.00. Tempat yang pertama ku singgahi adalah Koki Joni. Oh betapa rindunya dengan pasta creamy turkey the best pasta of my world ughhhh. Dan nggak ada 24 jam setelah itu, lagi lagi kami harus pergi meninggalkan Jogja dengan sangat berat hati menuju Gemawang.

Kelihatannya memang miris ya kehidupan jatek ini. Baper. Homesick. Cemen. Hah aku yang selama ini menganggap diriku mandiri. (iya walau aku anak tunggal, termasuknya mandiri loh. tapi manja sih). Ternyata aku.....malu aku......cemen. Aku mengakui semua ini. Aku cemen. HAHAHAHAHAHA


Pada akhirnya, jatek pun selesai juga. Setelah berbagai tangis tawa duka dan suka menghampiri. Kehidupanku kini normal seperti sedia kala. YEAY.

But, Honestly, for me, It's really a great experience to work with them, Thanks for the memories jatek, semuanya :) Doakan laporan jatek nya juga segera kelar hihi

Bismillah

Friday, July 24, 2015

Kehidupan Jatek part 1

Akhirnya menyempatkan untuk menulis suatu cerita tentang kehidupan baru yang kualami selama jatek. 
Di postingan sebelumnya, aku mengatakan bahwa "....jatek selo, nggak sibuk, jalan jalan, blabala kata kakak kelas...." Semua ini hanyalah dusta belaka.


jatek sungguh, sebenernya sangat sangat melelahkan, dan sudah cukup sepertinya aku mengeluhkan kekesalanku ini diseluruh sosmedku. Baiklah sudah cukup.

Jadi kehidupan baru apa yang kamu alami din?


Ya, ngekos bareng kelima teman tercintaku. Menghabiskan hari hari 24/7 bersama mereka. Menjadi lebih mengenal, lebih dekat, dan makin kurang ajar juga sih saking deketnya. Kita jadi tau kebiasaan satu sama lain. Keanehan, keunikan, mereka semuanya punya. Sebut aja temen cantik aku yang berinisial s e e k a r yang ternyata tukang kentut. Lalu s h i f a, nggak nyangka ternyata dia punya kebiasaan yang soooooo healthy so ideal. L a t i f e y s, dia mah emang gitu orangnya agak k*pet wkwk. Kalau u n a, dia terlalu iyik, superaneh, dan lebay parah kalau nonton drama korea. Yah pokoknya postingan ini nggak akan pernah cukup untuk menceritakan cerita tentang mereka semua. 




Keluarga baru. Alhamdulillah disini aku mendapatkan ibu dan bapak kos yang sangat baik hati. Kita sering dibawain banyak maeman. Mana ibu kos orangnya lucu. Kita sering ngobrol seputar hal hal yang nggak penting. Satu hal lucu tentang ibu kos yang selalu teringat adalah waktu beliau ngejekin temen cantik berinisial s e k a r yang ternyata tetangga sebelah aja sampe ada yang naksir wkwk. Ngejekin nya..... ya gitu deh. Aku ketawa ampe guling guling dikasur.



Kehidupan di pabrik. Nggak akan mengeluh di part ini. Cuma akan menceritakan beberapa bagian yang aku sukai.


Jadi selama jatek ini, kita dapet temen baru juga yang kebetulan lagi jatek juga di pabrik kopi banaran. Mereka ada yang dari UNS, IPB, Lombok, dan UKSW. Nah nggak usah kusebutin secara detail tentang ini orang, masa selama aku jatek (so far sudah 20 hari ini), ada mas mas yang nggak pernah ganti baju wakakakaka. Bayangin deh bayangin. Mas nya selalu pake kaos panjang warna abu abu yang lengannya warna merah. Tiap hari. Entah tiap hari atau enggak. Pokoknya tiap kali ketemu, dia selalu pake baju tu, Kita selalu punya ekspektasi yang aneh aneh. Entah mas nya punya baju ini dobel dobel atau dia setiap hari nyuci atau emang dia lagi kalah taruhan terus disuruh pake baju yang sama selama jatek. Entahlah. hanya Tuhan dan mas nya itu sendiri yang tau.

Sebagai partner jatek yang baik, aku punya nazar untuk menanyakan hal ini padanya pada hari terakhir jatek. Tiap kali ketemu mas mas ini, bawaannya selalu pengen ngakak dan ngrasani. Tapi biar begitu mas ini macho juga lho. Karena tiap hari dia bantuin pak pak pabrik buat ngangkutin karung karung kopi yang beratnya satu kuintal.Wu u u u u. Nggak jelek jelek juga sih wkwk. Oke lanjut.


Ngobrolin tentang pak pak pabrik disini, mereka orangnya ramah ramah, baik, lucu, top lah! Kita selalu nyaman untuk selalu ngobrol, tanya tanya, dan mbanyol nggak jelas.
Lucunya gimana din? Bayangin dah, masa disana ada pak pak, mukanya agak nyeremin, badannya gede gitu, tapi dia selalu pake celana dengan motif panda. panda lho. panda.



Friday, June 26, 2015

pasca UAS

Yehee entah harus senang atau sedih. UAS akhirnya usai juga, tapi jatek dan laporan laporannya kembali menanti. huhu. Jadi mulai minggu depan, aku udah berangkat kerja praktek di Pabrik Kopi gitu, di daerah Banaran. Doain ya guys semoga semuanya lancar dan kita tetap sehat wal afiat.

Meskipun males malesan, untung teman teman jatekku memanglah orang orang terbaik yang selalu ada disampingku, toti, una, bebeh dan shifa. Semoga kalian mau menerimaku apa adanya. wkwk.
Aku sendiri nggak sadar, kalau tidur masih sering ngorok nggak ya wkwk. Dan yang pasti sih aku bakal menuh menuhin kasur, wahai calon teman sekamarku haha.

Btw ini jadi pengalaman pertama ku untuk hidup sebagai anak kos cielah. Agak nervous juga sih. Terutama mengenai masalah barang barang apa aja yang harus dibawa. Sesungguhnya aku galau macam mau bawa ember atau enggak, setrika, guling, bantal, dan lain lain. Tapi malesin juga bawa banyak banyak. Tapi kalau nggak bawa, aku juga nggak bisa hidup. Contohnya adalah guling dan bantal. Saya adalah tipe orang yang sangat sangat mencintai guling dan bantal. Buat temen temen yang sering nongol di kamar saya pasti tau, di kamar saya aja ada 5 guling dan 4 bantal. Semuanya pasti dapat giliran untuk dipelukin dan diciumin. Nggak suka banget kalau gulingnya cuma sedikit huhu.

Kalau masalah makan minum sih, aing malah nggak begtu khawatir. Toh lagi bulan puasa juga. Yang penting saya mau nyetok indomie aja yang banyak, abon siap makan, milo, ovaltine, dan lain lainnya.

Jateknya sih sebenarnya aku nggak terlalu mikirin gimana gimana nya. Soalnya kata kakak kakak kelas, jatek tu biasa aja, nggak sibuk, selo, jalan jalan, dan lain lain. Tapi kalau inget tugas jatek kita harus nyariin data data yang seabrek gitu banyaknya........lelah juga adek bang, tenggelamkan saja badan ini di rawa rawa baaang

Payahnya lagi, kalau dipikir pikir lebih dalam, cara nyari datanya juga gimana aing masih bingung. Apa kita perlu bawa termometer, tapi ya masa iya kita ngukur suhu pake termometer suhu yang biasa, apa perlu bawa meteran, atau bawa alat alat apa, sesungguhnya aku masih nggak tau apa apa. Masih nggak ada banyangan. Tapi realitanya, besok dalam waktu 2x24 jam aku sudah akan berada disana....OMG


Masih banyak lagi sebenarnya kekhawatiran mengenai jatek ini. Tapi pada akhirnya, aku memilih untuk biasa aja. Yaudah lah ya. Dijalani aja. Sebulan waktu yang cepet kok.... cepet..... tapi disisi lain terkadang aku juga nggak mau ramadhan ini berlalu begitu cepat. Ramadhan tahun ini, ibadah adek kurang banget. Sedih. Mana malah ujian pula. Jadi nggak semangat dua duanya. Bukan kombinasi waktu yang baik. wkwk

Dadaaah, ina berangkat jatek dulu ya. Selamat menikmati kopi nya masing masing

Wednesday, June 24, 2015

Sayang dibuang

Karya fiksi, bukan curhat, apalagi efek baper baperan, bukan

Karena Hujan Memiliki Tuannya


rintik pernah membawa suatu cerita
aku enggan menggenggam namun terikat tak terpaksa
bertemu dia bukan suatu kebahagiaan
dia, keajaiban yang tak terbayangkan
tidak kutuang dalam kata kata
tidak terlihat dalam realita

bukankah saat itu rintik menyapa
embun embun ditepi kaca menjadi rindu tak tertahankan
mukamu tampak basah dan layu
aku berdegup mencari celah
bernafas mengudarakan rasa gugup yang melanda
waktu hujan aku tersipu
duduk bersama menanti reda
tangan menadah rintik yang berirama
bersyukurlah hujan turun cukup derasnya
biarkan saja begini selamanya

terpaksa berkata dusta dan tawa bersama 
menyimpan rasa perlahan jadi terlupa

memeluk hujan aku terluka
perihnya karena tak mau mengenal cinta



Biarpun melankolis ( baca alay) tapi sayang dibuang