Friday, February 12, 2016

Yang Favorit untuk Diboncengin



Untuk sahabat yang sudah 19 tahun membersamaiku disaat suka maupun duka.

Hai sahabat masa kecilku, apakabar? Ah, pertanyaan klise.
Aku tahu benar keadaan kita saat ini, tadi malam kita masih sempat bertegur sapa di warung bakmi depan rumah.

Dia adalah leli, teman paling nggak sopan yang pernah aku kenal.
 Apalagi kalau soal makanan. Nggak sadar dia temenannya sama aku yang segede gaban gini, 
kalau makan nggak pernah berhenti di satu tempat. Minimal 3 tempat. 
Makan besar 1, makan besar 2, dan dessert 1. Selalu begitu polanya. 
Tapi cukup seneng sih, leli adalah teman makan yang selalu ada.
“ayo makan”
“SIAP”
Begitu pula bagi leli, aku adalah orang paling ayo baginya, katanya gitu sih.

Coba saja, siapa kalau bukan aku, 
yang sudah jam 12.30 malam dan masih mau diajakin keluar untuk makan?
Siapa kalau bukan leli? yang bisa bisanya, padahal kita sudah makan malam, 
muter muter, sudah pulang, sudah mau tidur,
eh jam 10 malam tiba tiba ngechat ngajak cari cemilan, iya (((CEMILAN)))
Siapa kalau bukan leli? Yang kita baru aja pulang dari makan, 
sudah sampai rumah, langsung ngechat ngajak makan lagi di bakmi jawa depan rumah

Emang, leli ini temen yang paling nggak sopan. Susah diet kalau temenan sama dia nih.

Dan kok ya kebetulan kita ini punya banyak kesukaan yang sama.
Makan, jelas.
Shopping, jelas.
Durian, ini parah.
Exploring, YEAY!
Drama korea, wkwk nah ini nih

Ada beberapa hal tentang leli yang baru baru ini aku tahu. 
Sumpah walaupun diluar dia kelihatan alay dan nggak jelas wkwk, 
dia ini sebenarnya sangat sensitif dan hatinya mudah terketuk.
Nonton melodrama sama leli, jatuhnya bukan aku bersedih, tapi aku ngakak ngakak karena liat leli nangis nangis. Ngakak parah guys.

Kalau exploring sih, memang paling asique sama leli. udah banyak tempat tempat baru ku explore bersama leli. Mulai dari pantai pantai, imogiri mania, kebun strawberry ketep, 
magelang, sampai semarang.
YESS baru minggu lalu aku dan leli jalan jalan ke semarang 2 hari 1 malam, 
boncengan naik motor, dan itu baru direncanakan sehari sebelumnya. 
Nantang.

Kenapa asique?
Karena leli selo banget orangnya, mikir nya nggak pake lama, 
asik pokoknya, nggak ngeribetin.
Suka belajar ketika dijalan.
Kita banyak observasi dan diskusi mengenai hal hal penting ketika dijalan. 
Kita suka bertukar ide dan gagasan. 
Udah berasa istri pejabat aja kita ngobrolin usaha menanggulangi kemacetan 
di kota jogja dan kantong parkirnya.
LELI SEBAGAI KONDEKTUR YANG SANGAT HANDAL. 
SUKA BANGET KALAU BONCENGIN DOI.

“Yoo din, kanan prei” maksudnya bisa nyelip lewat sebelah kanan, kanan kosong
“Sek din, jangan nyelip, belakang mobil ngebut”
“Yoo kejar aja lampu ijonya”

Apalagi yaa tentang leli....

Yang pasti leli adalah sahabat yang sangat lucu dan selalu bisa membuatku ngakak sampai ngompol
Parah dia guys kalo ngelucu, paraaah, emang nggak sopan dia tuh orangnya wkwk

Oh ya kami tetanggaan, that's the main point!
Orangtua kami sudah sangat saling mengenal. Jadi kalau mau main sama leli gampang ijinnya.
Iya kemarin contohnya, mau ke semarang H-1 ijinnya jadi mudah wkwk


Jadi lel, di surat ini aku mau cerita betapa beruntungnya punya temen kayak situ

Terimakasih sudah menampungku yang pengen nonton remember di tv kabel

Terimakasih sudah mengenalkan Calvin Jeremy padaku, sampai kita udah temanan di path lol

Terimakasih untuk selalu bisa motoin aku biar nggak gendut, makasih banget!
 
Terimakasih untuk segala waktu bahagianya, makan makannya, jalan jalannya,
gosip gosipnya, nonton dramanya, kenggakjelasannya, dan lain lain
Pokoknya temenan terus sampai mampussssss

Cepet jadi guru matematika yang sukses, punya banyak murid hits,
dan cepet dapet jodoh
eh, jodohmu kan bintarto wkwkwk candaaa

Salam kampung ngasem!

Thursday, February 11, 2016

Untuk Dua Sahabatku



Untuk dua sahabat baikku, yang kalian satu sama lain sedang dalam hubungan yang tidak baik.

Aku berharap kalian segera berbaikan.

Mengingat kalian adalah sama sama teman baikku, dan aku sangat susah untuk harus berpihak.

Aku menginginkan ini, tidak semata mata karena kalian adalah temanku.

Tapi ingatlah, apa baik untuk mahluk Tuhan hidup saling membenci satu sama lain. Halah.
Jangan kita terlalu sombong dan mengganggap diri kita paling benar. Jangan kita terlalu takabur, kita bukanlah sosok yang pantas untuk mengadili kesalahan dan dosa orang lain.

Lagipula, hidup dengan rasa benci tentunya sangat tidak nyaman. Kita akan hidup dalam aura negatif, penuh emosi,  yang lama lama tidak baik juga untuk kesehatan.

Mungkin tidak perlu untuk kalian langsung berteman. Cukuplah untuk menghapus rasa benci yang ada. Dan secara perlahan memulai suatu kebaikan.

Bismillah, resolusi 2016.
Menjadikan lawan menjadi kawan.

Jangan pada tersinggung. Ini demi kebaikan kalian wkwk

Wednesday, February 10, 2016

KPOP ALERT

AAAAAK
LAGUNYA TAEYON YANG BARU JUDULNYA RAIN BAGUS BANGET
AAAAK

KAKAK KAKAK I  LOVE YOU KAKAK TAEYON
MEMANG TERBAIK
SEMOGA CEPET DAPET PENGGANTI BAEKHYUNN
YANG JAUH LEBIH GANTENG DAN LEBIH KAYA HAHA

MAAF PAKE CAPSLOCK
GAK SANTAI MEMANG
LAGUNYA BAGUS BANGET
PARAH
GUE BANGET

I LOVE YOU UNNI
SARANGHAE ♥

Cerita Masa Kecil



Teringat masa kecilku. Kau peluk dan kau manja.

Untuk sebagian orang, mereka pasti menganggapku begitu. Aku anak tunggal. Dan kebetulan berbadan besar. Aku pasti dimanja oleh orang tuaku. Apapun yang menjadi keinginanku pasti dituruti. Tapi tunggu. Aku memang tidak sepenuhnya menyangkal. Orangtuaku sering kok membelikan mainan mainan yang aku inginkan. Tapi sesungguhnya kata manja adalah jauh dari kehidupan masa kecilku.

Untuk masa kecilku, yang penuh pelajaran berarti, ceilah wkwk

Orangtuaku tidak bisa dikatakan galak, tapi tidak juga terlalu baik padaku, maksudnya baik disini adalah memanjakan dan mengiyakan seluruh keinginanku. Hmm kata yang tepat untuk menggambarkan kedua orangtuaku mungkin “disiplin dan bertanggungjawab”
Mereka tidak ragu untuk memarahiku ketika aku melakukan kesalahan. Dan mereka juga menemukan cara yang tepat untuk memarahiku. Menurutku cara itu efektif. Iya efektif membuatku jera.

Dari pengamatan amatir yang kulakukan, personality kita sekarang ini memang sangat tergantung dengan masa kecil kita. terutama bagaimana cara orangtua memperlakukan kita.
Contoh kecil saja, ada temanku yang selalu minta diantarkan ketika ingin ke toilet, awalnya aku selalu “ih masa udah gede minta ditemenin mulu” pikrku begitu hingga akhirnya doi cerita sebenernya ada sedikit traumatis, karena doi waktu kecil sering dihukum dikurung didalam kamar mandi oleh orangtuanya. Ternyata hal itu sangat membekas hingga doi kini sudah dewasa.

Ada lagi, temen yang dia ini orangnya sangat ceriwis dan suka mengomentari sesuatu. Dan ternyata sifatnya ini sama banget sama sifat ibunya. Dan hingga saat ini, misalnya ketika dia mau beli baju atau apa, dia selalu bingung ketika memilih, yang menjadi panutannya adalah “aduh ibuku bilang apa ya kalau beli ini” ibuku marah nggak ya” “dikatain nggak ya sama ibuku”
Bagus sih sebenernya artinya dia ini sangat patuh dan berbakti sama ibunya. Tapi ketika kamu tidak bisa menjadi apa yang kamu inginkan. Dan kebebasanmu sedikit terenggut.......

Oke balik lagi pada cerita masa kecilku

Aku yang sekarang, tidak tahu apakah merupakan refleksi masa kecilku, atau campuran dari masa kecil dan masa pencarian jati diriku.

Masa kecilku, aku sangat tidak bebas. Bahkan ketika TK maupun SD, aku tidak seperti teman teman di kampungku, yang mereka bisa bebas main di jalanan, nggak pake sandal, dan yaaaa begitulah. Aku lebih sering menghabiskan waktu mainku didalam ruangan, entah main barbie atau rumah rumahan. Entah kenapa orangtuaku lebih suka aku didalam rumah. Ya mungkin mereka masih kolot yang menganggap bersih itu baik dan kotor itu tidak baik. Tapi tetap saja, sebenernya ketika orangtua tidak ada dirumah, aku selalu mencuri waktu untuk bermain bersama tetangga tetanggaku. Dari kecil aku memang sudah licik.

Dan lihatlah sekarang, aku adalah anak yang sangat bebas. Ups bukan berarti pergaulan bebas. Orangtua bebas membiarkanku pergi kemana saja, pulang malam, dan melakukan kegiatan apa saja. Mereka sudah percaya padakuuuu. Aku terharu. Doakan saja adique dina ini tidak mengkhianati kepercayaan mereka dengan melakukan hal yang aneh aneh hehe

Dan menurutku, aku memperoleh kepercayaan orangtuaku ini dari proses yang sangat panjaaaaang. Dari jaman SMA yang aku tidak boleh pergi setelah maghrib dan maksimal pulang jam 8 malam. SMP apalagi. Belum pulang jam 4 aja udah ditanyain. Dan sekarang lihatlah, aku bahkan pernah pulang jam setengah 4 pagi. Usaha tidak pernah mengkhianati guys. Halah. Yang penting jangan membangkang sama orangtua, terutama buat para dede yang masih dibawah umur. Akan ada saatnya, ketika kalian dibolehkan pergi malam dan pulang pagi sama orangtua kalian. Tenang saja.

Jadi seperti yang kuceritakan tadi, aku bukanlah anak yang terlalu dimanja. Bisa dibilang orangtuaku cukup keras padaku. Bukan secara fisik sih, tapi.... bayangkan saja guys, aku pernah dimarahi karena membantah dan teriak teriak, lalu aku diancam oleh papaku akan dibuang ke sungai. Bukan main guys, bahkan aku sudah diantarkan sampai ke jembatan kali code. Kebetulan waktu itu musim hujan, sehingga arus sungainya cukup deras dan aku melihatnya sangat mengerikan. Aku dipinggir jembatan hanya bisa nangis nangis meraung raung sambil minta maaf minta maaf terus, komat kamit berjanji agar tidak mengulangi kesalahan. Ayahku sempat meninggalkanku beberapa menit disana sendirian. Ya mungkin itu waktuku untuk introspeksi. Lalu ayahku kembali menjemput, dan tanpa berkata aku langsung menaiki motornya dan minta maaf lagi. Besoknya kami kembali seperti biasa,  seperti tidak terjadi apa apa. Acara aku dibuang disungai ini nggak hanya terjadi 1-2kali guys, hampir 8 kali. Dan di jembatan yang berbeda-beda hahaha
Dan untungnya sih sekarang aku nggak ada trauma apapun sama yang namanya jembatan wkwk

Ada lagi, aku pernah mau dipecat sebagai anak. Kata kata “ah ntar dipecat jadi anak aku” itu benar benar hampir terjadi padaku. Entah, aku lupa apa kasusnya. Yang pasti aku sempat diusir dari rumah dan tinggal dirumah simbahku selama dua hari. Orangtuaku mengepakkan semua bajubajuku mainan mainanku dalam kardus. Lalu aku diantar kerumah simbah dan diancam tidak boleh pulang dan tidak boleh lagi memanggil mereka papa dan mama. Sungguh, bayangkan guys gimana jadinya mental anak TK umur 5 tahun ini guys, bayangkaaaaaaan
Alhamdulillah semua mimpi buruk sudah terlewati. Aku paham kenapa orangtua ku begitu. Ya walaupun secara detail aku nggak paham inti dari hukumannya. Yang pasti, itu untuk kebaikanku. Aku percaya percaya ajalah sama orangtuaku wkwk. Dalam suatu hubungan, yang penting kan memang untuk selalu percaya satu sama lain.

Jadi, apakah kalian masih menganggapku anak tunggal manja yang apa apa pasti diturutin?

Jangan menganggapku begitu ya guys wkwk


Friday, February 5, 2016

Untuk Sisa Liburanku

Untuk sisa sisa liburanku yang tinggal sebentar lagi

Bisakah kamu bertahan lebih lama.
Kumohon.
Aku belum siap menghadapi semester 6.

Apalah aku hanya sisa bumbu bumbu lidi pedes yang walaupun udah dijilatin masih ada aja.

Di semester ini, aku sudah harus mulai memikirkan tentang penelitian. Iya iya. Penelitian untuk skripsi.
Gila adique ini lama lama. Kemarin masih sesak nafas karena ujian jatek.
Sekarang langsung harus disuruh mikir penelitian. Haaaaaaaaaaaaah

Beberapa temen udah ada yang dapet dosen dan tema penelitiannya. Bahkan udah ada yang mulai ngelab. Apalah aku. Liburan aja cuma ke Semarang. Itupun ugal ugalan naik motor.
Oke ini nggak ada hubungannya. Balik lagi ke seputar ngelab.

Jujur saja, adique ini meski pemalas kelihatannya, tetap punya impian untuk lulus cepat. Ya pengennya lulus februari tahun depan. Ya tapi apa daya, punya tema penelitian aja sekarang kagak.
Konon, mitos dari para pendahulu yang sudah lulus, cc mas mas TPHP yang lulus februari ini. Doi mulai penelitiannya tepat tahun lalu, di bulan februari juga. Dan doi jadi pemecah rekor, TPHP'12 yang lulus duluan. Luar biasa. Saluuuuuut.
Ya jadi pada intinya, kalau elu din mau lulus februari tahun depan, paling nggak februari udah mulai ngelab.....

Oke artinya impian itu pupus sudah wkwk

Penelitian peneltian, bismillah suatu saat nanti secepatnya ya. Tunggu aku di laboratorium.






Thursday, February 4, 2016

Cintaku untuk Durian



Akhirnya kita dipertemukan kembali dengan musim yang telah dinanti nanti dan didambakan oleh kebanyakan orang. Musim yang hanya muncul sekali dalam setahun. Terkadang tidak menentu. Dapat datang kapan saja. Dan tiba tiba hilang begitu saja. Tidak lain dan tidak bukan adalah musim durian.
Bagiku, sang pecinta durian nomer satu di kampung Ngasem, aku tidak boleh melewatkan kesempatan yang sangat berbahagia ini.
Di kota Jogja, sudah mulai banyak penjual durian berhamburan di pinggir jalan. Pemandangan ini sudah cukup membuatku lega. Yang membuat tak lega adalah harganya. Heran, sudah musim, tapi harga durian ini tak lantas melonjak turun. Durian dibandrol dengan harga 40ribu-100ribu rupiah berbuahnya. Oh lama lama aku tidak mampu menghadapi semua ini. Apa aku perlu menjual seluruh gadgetku agar kebutuhanku terhadap durian dapat tercukupi.....#halah

Aku dan sahabat kecil favoritku, leli namanya, kita mulai mencari cari jalan keluar.
Yah awalnya hanya sebatas basa basi dan bertanya sama si penjual durian dekat rumah.

“Mas, duriannya kulakan dimana?”
“Panen sendiri ini mbak blablabla”
“Hehe iya mas percaya kok”

Yah yang namanya penjual nggak mau dong kelihatan dapet untungnya seberapa. Jadi dia berusaha menutupi rahasianya rapat rapat.
Namun, aku dan leli tidak akan pernah menyerah.

“Kalau pagi, buka mulai dari jam berapa mas?”
“Dari jam 9-10 lah mbak”
“Rumahnya deket sini ya mas”
“Hla iya rumah saya dekat dari sini tapi kan saya harus ambil durian dulu di daerah Ketep. Perjalanan sini ke Ketep kan 1 jam ya. Paling nggak saya udah siap siap dari rumah jam 5 pagi”
AHAAAAAAA
Aku dan leli mulai menemukan titik terang. Mas penjual ini secara nggak sadar telah menyebutkan tempat dimana dia memperoleh durian durian ini haha
Sampailah kita tahu bahwa di daerah ketep ini memang daerah yang banyak duriannya. Kita banyak bertanya pada teman yang memang berdomisili di daerah ketep. Jodoh, punya teman kok tidak pernah dimanfaatkan selama ini wkwk.
Perjuanganku dan leli tidak hanya sampai disini saja. Aku dan leli terus menggali informasi. Mulai dari teman yang tinggal di daerah ketep, hingga browsing browsing di Internet tentang potensi durian di daerah ketep. Dan ternyata hasilnya benar. Salah satu desa di daerah ketep, Magelang merupakan desa penghasil durian.


Seminggu kemudian, aku dan leli memutuskan untuk mendatangi surganya durian ini. Ternyata lumayan jauh juga dari Kota Jogja. Perjalanan ke daerah ketep ini kita tempuh sekitar 40 menit. Maklum, dua cewek masih muda, boncengan berdua ditengah ramainya jalan antar provinsi, maksimal Cuma 50km/jam.
Tapi sampai disitu kita belum bisa bernafas lega. Karena kita belum menemukan kompleks yang penuh kenikmatan itu.
Posisi kita berada di pedesaan yang udaranya sangat sejuk, penuh hamparan sawah, pohon pohon menjulang, pokoknya desa banget, dan aku suka!
Pemandangan yang kayak gini udah jarang banget kita dapatkan di kota. Jujur aku sangat bersyukur bisa menikmati keindahan ini. Perjalanan ini memang luar biasa!
Aku dan leli masih saja belum menemukan lokasi surga durian. Kita hanya berputar putar saja di satu desa, melewati hutan dan sawah yang sama. Lelah lama lama.
Gadget-ing sepertinya sudah tidak berfungsi didaerah ini. Info di google juga sudah tidak terlalu relevan dengan keadaan kita. Mau tidak mau, lebih baik bertanya daripada sesat dijalan.
Pertama, kami bertemu dengan seorang ibu ibu yang sedang memikul rerumputan, sepertinya untuk pakan ternaknya. Kami menyapa sang ibu dengan sopan, dengan bahasa jawa tentunya. Kami langsung menanyakan lokasi surga durian. Ternyata lokasi surga durian masih cukup jauh dari posisi kita. Kita pun kembali melanjutkan perjalanan. Setelah 15 menit, kami kembali bertanya pada orang dijalan. Kami bertanya pada seorang mas mas berotot yang sedang membawa gerobak berisi kayu. Mas mas tersebut memberikan informasi yang sangat krusial, surga durian ternyata sudah dekat! Aku dan leli semakin tidak sabar.
Terakhir, kami bertanya pada bapak bapak yang sedang berkumpul didepan warung. “Iya dek, itu tinggal lurus 100 meter, nanti sudah sampai”
Aku dan leli tidak bisa membendung senyum bahagia kami.
“DURIAAAAN I’M COMIIIIIING”

Tak perlu diceritakan, aku dan leli merasakan kenikmatan tiada tara pada saat itu. Sangat bahagia. Tidak ada penyesalan. Meskipun jauh, terkena debu debu bis antar kota, nyasar di desa, tetapi semuanya terbayar dengan kenikmatan durian dan keindahan di desa ini.


Menurutku, agar kita dapat mewujudkan hal hal yang kita inginkan, kita harus mulai dengan inisiatif. Jangan hanya mager dan berdiam diri saja. Fight for it. Basic pertama, yang harus dilakukan adalah mau bertanya, mau mencari informasi, dan mau kepo.
Informasi itu banyaaaaak banget sumbernya. Bisa didapatkan dimana saja. Kapan saja.
Bisa langsung nanya sama pakarnya, atau kalau malu malu, boleh nanya sama gadgetnya, atau kalau punya  pulsa, bisa nanya sama customer service. Ada banyak fasilitas yang ditawarkan oleh suatu perusahaan yang bisa memberikan kita banyak informasi, kenapa tidak di manfaatkan?
Ayo mulai dari sekarang biasakan untuk bertanya. Jangan malu malu. Jangan sampai tidak tahu. Karena, fyi adalah for your information.