Wednesday, August 31, 2016

Pembelaan

Rasanya nggak adil kalau saya tidak melakukan klarifikasi after KKN

Yah dulu saya selalu sambat tentang KKN, yang ini itulah rempong, yang males,
yang nggak kuat homesick, yang boros, yang penuh drama, dan lain lain

BUT

It turns out that KKN life was so me!!!! I love KKN, I love Bintaaaan
Beach lyfe everyday, seafood everytime,
beautiful sunset, beautiful stars, all green,  and the best part is I got the best family ever.

Tidak lain dan tidak bukan adalah teman teman KKN tershayang,
dan juga warga disana yang telah menyambut kami dengan sangat baik.
Memperlakukan kami dengan sangat baik. Ah.

Teruntuk pak kades Lancang kuning, you're the best pak
Terimakasih sudah menjadi sosok seorang bapak untuk kami selama
kurang lebih 2 bulan
Terimakasih atas segala wejangannya, nasihatnya, dan kebaikannya
Nggak bisa berkata apa apa lagi untuk Pak Kades, aku sangat terharu
Doaku selalu menyertaimu pak, semoga sukses selalu, teruntuk Desa Lancang Kuning juga

Sudah beberapa malam terlewati, dan benar aku merasa sepi tanpa kalian
Temen temen sepondokan di posyandu Lancang kuning.....apa kabar kalian?

Tidak seperti space yang lain, setiap harinya, kita berkumpul bersama dalam
suatu ruang yang menjadi ruang kita bersama
Ruang tengah posyandu yang sudah menjadi kamar tidur kita, ruang makan kita, ruang bermain,
ruang nonton tv, ruang gosip, ruang menjemur pakaian, ruang istirahat, ruang masak, ruang bermusik
Kita berinteraksi dalam satu ruangajn yang menyebabkan kedekatan kita bertambah 10 kali llipat

Masih teringat semua kenangan kenangan lucu bin nggak jelas selama KKN ini.
It such a really great experience
Aku rindu

Bukan seputar pertemanan yang yang asik asik aja, mengabdi di luar zona nyaman kamu itu
sesuatu banget
Ada perasaan prihatin terkadang, perasaan ingin membantu (bukan sok sok an),
perasaan ingin terlibat lebih jauh dengan segala permasalahan disana

Dan akhirnya aku  menjadi seseorang yang bermanfaat bagi orang diluar sana
Terimakasih KKN PPM UGM

Jika ditanya mau KKN lagi atau nggak

YASSSSSS
Mau lagiiiiiii

p.s: tapi dibayarin yah :p

Wednesday, May 18, 2016

Tiba Tiba

Yaelah din postingan terakhirmu apaan banget ngomongin salak. Nggak biasanya bikin artikel berbobot. wkwk.

Ya ada alasan ala ala sebenarnya. tapi yaudah lah ya. Aku akan kembali pada postinganku yang tidak berbobot, seperti biasanya.

Ngelantur.

Btw, bentar lagi KKN. Awalnya excited, banget, sok sok idealis mau merantau, pengen KKN yang jauh,
mengabdi sekaligus travelling, pokoknya sok sok an ajalah mau KKN jauh,
tp waktu udah mendekati hari H gini, semangat w jadi menurun

Sepertinya gue lupa rasanya homesick waktu jatek kayak gimana.
Cuma 3 minggu, diluar kota, jarak 60 km aja gue gakuat rasanya.
Apalagi ini.

Mana lebaran gabisa pulang.

Ini akan menjadi lebaran pertamaku tanpa keluarga. So hiks

Persiapan KKN juga lama lama bikin males. Duit keluar mulu. Rapat mulu. Hmm.
Maaf sambat. Gini gini sambat, biar semangat bisa naik lagi hehe

Yaudah aku tiba tiba cuma pingin nulis ini. oke bhay

Monday, March 7, 2016

Si Manis Buah Salak



Salak pondok merupakan buah yang menjadi ciri khas Kabupaten Sleman. Pasalnya salak ini bukan sembarang salak dan beda dengan jenis salak dari daerah lain. Salak pondok cenderung memiliki rasa yang manis sehingga lebih banyak disukai. Selain itu salak pondok juga memiliki umur simpan yang lebih awet ketimbang salak yang lain.

          Di Sleman sendiri, sentra oleh oleh Salak Pondok banyak ditemukan di Kecamatan Turi. Hingga kini wisatawan, terutama wisatawan domestik tak pernah ketinggalan untuk membeli salak pondok sebagai oleh oleh khas Yogyakarta. Salak sendiri dipercaya memiliki efek bagi kesehatan, diantaranya yaitu menurunkan kolesterol dan tekanan darah.

          Semakin berkembangnya teknologi pangan, Kini salak pondok  tak hanya dapat dikonsumsi sebagai buah saja. Namun olahannya juga semakin bervariasi. Sebut saja, tak hanya bagian daging buah nya saja yang dapat dimanfaatkan. Biji dari salak pondok, kini dapat diproduksi sebagai minuman Kopi. Tentu saja rasanya enak dan memiliki keunikan tersendiri.

          Untuk daging buah salak, olahannya juga sangat beragam. Ada kripik salak, dodol salak, wajik salak, enting enting salak, dan masih banyak lagi. Yang menjadi favorit bagi wisatawan adalah kripik salak. Pasalnya kripik salah memang memiliki tekstur yang renyah dan juga rasa yang manis. Tak kalah dengan jenis kripik pisang yang sudah populer terlebih dahulu. Dodol salak, juga termasuk primadona oleh oleh khas Turi, Sleman. Dodol ini teksturnya mirip dengan dodol dodol lainnya, hanya saja memiliki flavor khas Salak. Cara membuat dodol salak ini sebenarnya sangat mudah. Buah salak yang sudah dipisahkan bijinya dicampur dengan gula, tepung ketan, dan gula merah. Kemudian dimasak hingga teksturnya menjadi liat seperti dodol kebanyakan.

          Olahan khas dari salak pondok ini dapat ditemukan secara mudah di berbagai toko oleh oleh di Yogyakarta, tak hanya di Turi. Namun jika ingin merasakan dan melihat proses pembuatannya secara langsung, bisa saja langsung datang ke Imorejo, Wonokerto, Turi, Sleman. Tak hanya mencicipi salak pondok, namun kita juga dapat merasakan hawa sejuk khas Kaliurang disana.

          Inovasi pun terus berkembang pesat. Warga sekitar Turi kini sedang bekerja untuk mengolah salak pondok menjadi suatu kuliner yang dapat menjadi ciri khas daerah tersebut. Belakangan ini warga Turi banyak menginovasikan salak sebagai jajanan tradisional. Hasilnya seperti nogosari salak, wingko babat salak, dan kipo isi salak. Wah jadi penasaran seperti apa. Kita doakan saja ya, semoga salak pondok semakin eksis di kancah perkulineran Yogyakarta.

Thursday, March 3, 2016

Melihat Keindahan Alam Jogja dari Puncak Gunung Ireng





            Eksotisme Yogyakarta memang tidak pernah ada habisnya. Satu lagi wisata alam di daerah Gunungkidul yang patut kamu datangi. Tepatnya di Padukuhan Srumbung, Desa Pengkok, Kecamatan Pathuk, Kabupaten Gunungkidul, Wisata Alam Gunung Ireng menyuguhkan pemandangan hijau nan asri dilihat dari ketinggian puncak bukit. Terkenal dengan nama Gunung Ireng karena dipuncak bukitnya terdapat bongkahan batu batu andesit yang berwarna hitam.

            Di atas puncak Gunung Ireng kita dapat menikmati indahnya matahari terbit. Bahkan jika cuaca mendukung, kita bisa melihat sunrise tersebut serasa berada diatas awan. Pemandangan kabut di pagi hari juga banyak diburu oleh para explorer.

Jangan khawatir, lokasi Puncak Gunung Ireng termasuk mudah untuk dijangkau. Dari tempat parkir motor hanya berjarak sekitar 500 meter. Medan menuju puncak pun tidak terlalu berat, hanya saja jalannya menanjak dan tidak cukup mulus. 

Namun semua itu pasti akan terbayarkan dengan pemandangan puncak Gunung Ireng yang sangat menakjubkan. Tak hanya melihat hamparan hehijauan yang indah, kita juga dapat melihat pemandangan pedesaan khas Bantul dan Gunungkidul dari kejauhan. 

Diatas puncak, ada satu gazebo yang menjadi tempat favorit para wisatawan untuk beristirahat atau sekedar duduk duduk santai bersama sahabat maupun keluarga. 

            Cara menuju Gunung Ireng cukup mudah, bisa melalui Jalan Wonosari kemudian menuju Pathuk. Hingga ada pertigaan pos polisi Pathuk, belok kanan. Setelah itu lurus saja, hingga menemui plang menuju Gunung Ireng. Atau untuk lebih mudahnya, kamu bisa bertanya pada warga sekitar. 

Untuk masuk kawasan wisata Gunung ireng, kamu cukup membayar Rp 5000 untuk retribusi tempat wisata dan retribusi parkir. 

memandangi keindahan alam