Sunday, February 9, 2014

Untuk yang Cerewet


Ditujukan kepada sahabat lapisku (bukan sahabat inti)
Bella Indah Permatasari

Bel, sejujurnya temanmu ini ikut senang ketika kamu akhirnya mendapatkan sahabat inti yang sebenarnya. sahabat yang bisa dijadikan tempat pulang ketika kamu mulai merasa kelelahan. sahabat yang selalu ada di saat kamu membutuhkan. sahabat yang selalu mau kalau diajakin makan pas istirahat.  sahabat yang mau ngelapin umbel. sahabat yang mau diajakin nyontek. sahabat kentel deh pokoknya.  Di dunia perkuliahan bela juga sudah punya sahabat inti kan? Alhamdulillah. Ya ya meskipun di tempat lain, kamu masih dijadikan lapis oleh mereka. 

Mau jadi lapis ataupun inti, bersyukurlah bel, sebenarnya kamu mempunyai banyak teman kan? Walaupun mungkin tidak semuanya selalu ada untukmu. Tapi setidaknya kamu bisa mendapatkan banyak cerita menarik dari temanmu temanmu. Yah, ini menjadi salah satu hal menarik ketika berteman denganmu, kita selalu memiliki banyak topik yang tidak pernah habis untuk diceritakan. Entah fakta, gosip, ataupun hanya rumor rumor yang dimiliki kalangan tertentu.

Belum lagi bagaimana gaya bicaramu saat bercerita, rasanya seperti cerita yang akan tidak pernah tamat. Cerewetmu tu lho bel. Minta ampun deh^^ Tentu saja masih kental dalam ingatan, sebutanmu sejak dulu kan memang CCT alias cocotan. Jadi keinget gimana aku dan usi selalu mengejekmu cocotan di kantin. Kami bergantian menyerukan, co, co, dan tan. seperti itu diulang berkali kali sampai akhirnya kamu menghilang ditelan rasa kesalmu haha. 

Lanjutkan bel, cocotan itu selamanya akan selalu jadi ciri khasmu kok. Jangan dihilangkan ya. Jangan mentang mentang jadi anak FEB UGM yang gaul, terus kamu jadi kemayu kayak cherrybelle. JANGAN.

Bel, kalau ngomongin kamu, aku selalu ingat kejadian tragis yang menimpa ku waktu kemah PTB. Kejadian yang hampir mengahancurkan namaku- yang nggak terlalu baik- di SMA Negeri 1 Teladan Yogyakarta. #halah  Baiklah aku nggak bakalan nyeritain cerita itu disini. Cukup cerita itu akan aku kenang sepanjang masa dan kelak akan ku ceritakan kepada anak dan cucu cucuku.

Oh ya, ada satu lagi hal yang selalu melekat padamu. Umbelmu. Masih teringat jelas diingatakanku, waktu pesantren Ramadhan kelas 11, waktu kita bolos sholat taraweh, kamu menyempatkan untuk sujud berlama lama pas sholat biar kamu bisa mengusap ingusmu diatas sajadah yang sudah dilapisi tisu tisu. Cukup speechle.

Belum lagi masalah percintaanmu sama ge**a yang penuh liku liku. Udah gapapa bel, tetap berikhtiar aja, aku yakin kok suatu saat pasti ge**a akan jatuh dipelukanmu lagi. Mau dia pacaran sama siapa aja waktu kuliah, waktu kerja, nanti yang bakalan jadi istri sah nya tetap kamu kok. semangat! 

Bel, btw, mulai sekarang kita jangan jadi sahabat lapis yuk. Aku mau kok jadi sahabat intimu. Nanti una diajak juga ya. Kasihan kan dia, setelah menikah kebebasan nya jadi terenggut. Kita harus sering sering ajak dia main. Biar dia bisa menghirup udara segar lagi.

Jadi segini aja suratku. Jangan terharu ya dapat surat dariku. Umbelnya jangan mbeler kemana mana.









No comments:

Post a Comment